Tren sleep call adalah salah satu tren yang saat ini masih kerap dilakukan oleh para anak muda ketika menjalin hubungan dengan temannya. Biasanya, kegiatan ini lebih banyak dilakukan untuk mereka yang sedang LDR, PDKT ataupun hubungan khusus lainnya.
Sleep call sering kali dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, menenangkan, bahkan romantis sebelum tidur. Terlebih, jika dilakukan bersama orang tercinta. Namun, dibalik keuntungan tersebut, ada beberapa dampak negative yang juga harus diwaspadai.
Penasaran dengan apa saja dampak negative jika terlalu sering melakukan sleep call, yuk simak pembahasannya dibawah ini.
Apa itu Sleep Call.
Apa itu sleep call? Sleep call artinya dua orang yang terlibat dalam percakapan via telepon sampai salah satu dari mereka atau keduanya tertidur.
Biasanya, praktik ini terjadi di antara orang-orang dalam suatu hubungan, baik itu pasangan romantis, persahabatan, maupun keluarga.
Slee[ call sangat cocok dilakukan oleh pasangan yang sedang ada dalm Long Distance Relationship atau hubungan jarak jauh. Sehingga harus mendekatkn satu sama lainnya hanya melalui panggilan telepon atau video call.
Dampak Negative.
- Cahaya Ponsel dapat Berdampak Buruk.
Cahaya dari layar ponsel tidak memiliki hubungan yang baik dengan tidur. Layar ponsel mengeluarkan cahaya biru yang akan sangat berbahaya untuk malam hari, seperti saat bersantai karena bisa mendapatkan masalah.
Cahaya biru tersebut yang dipancarkan oleh ponsel bisa memerburuk penglihatan dan juga merusak kualitas tidur. Oleh sebab itu, dapat membuat tubuh cepat merasa lelah atau emosi di siang hari.
- Tidak bisa Mengotrol Emosi.
Cahaya biru yang dipancarkan dari ponsel, terutama saat melakukan panggilan video sebelum tidur, dapat menghambat produksi melatonin.
Melatonin adalah hormon yang dilepaskan tubuh untuk mengendalikan siklus tidur-bangun dan membantu tubuh terlelap di malam hari.
Jika produksi melatonin terhambat, pelaku sleep call bisa mengalami insomnia, kelelahan saat beraktivitas di siang hari, hingga mudah marah.
- Menurunkan Kualitas Tidur.
Meski beberapa orang menganggap jika sleep call bisa menjadikan kualitas tidur menjadi lebih nyenyak. Namun, jika kebiasaan melakukan sleep call terlalu sering bisa mengganggu kualiatas tidur.
Menggunakan ponsel sebelum tidur dapat merangsang fisiologi dan psikologi yang dapat mempengaruhi tidur.
Pada dasarnya, penggunaan media elektronik sebelum tidur akan bisa mengganggu kualitasa tidur dengan adanya tekanan produksi melatonin seperti hormon yang mengganggu mengatur siklus bangun dan tidur.
- Memicu Kanker.
Ponsel yang biasa digunakan sehati-hari memiliki medan elektromagnetik yang berpotensi menjadi karsinogen (zat pemicu kanker) bagi tubuh manusia menurut IARC (International Agency for Research on Cancer).
Beberapa peneliti mengemukakan, sifat karsinogenik ini berpotensi meningkatkan risiko tumor dan kanker pada area kepala.
Meski belum ada studi yang benar-benar meneliti dampaknya, menghindari posisi tidur yang terlalu dekat dnegan ponsel bisa membantu mengurangi risiko penyakit berbahaya ini.
- Dapat Meningkatkan Risiko Kerusakan Mata.
Cahaya biru pada ponsel juga dikaitkan dengan gangguan penglihatan. Dalam jurnal Molecular Vision tahun 2016, dilaporkan bahwa sinar biru yang dipancarkan oleh ponsel juga dapat menyebabkan kerusakan fotoreseptor.
Beberapa gangguan penglihatan yang dilaporkan terkait efek cahaya biru digital adalah mata lelah, mata kering, iritasi mata, dan penglihatan kabur.
Tidak hanya itu, dalam jangka panjang, paparan sinar pada ponsel yang berlebihan juga dilaporkan dapat meningkatkan risiko kerusakan retina mata, seperti degenerasi makula dan katarak.
