Struktur dinding beton bisa mengalami keropos, retak dan rembes seiring berjalannya waktu. Hal ini bisa disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari perubahan suhu, gerakan tanah, hingga kurangnya pelindung anti bocor. Salah satu cara memperbaikinya dengan melakukan injeksi beton.
Untuk yang masih awam, injeksi pada beton adalah metode yang umumnya dipakai untuk memperbaiki dan membuat struktur beton kedap air.
Teknik ini juga berfungsi untuk mengkonsolidasi tanah sebelum konstruksi dilakukan. Ini juga bisa sebagai solusi pasca pembangunan untuk menghentikan kebocoran air dan memperkuat tanah pada area bawah tanah. Biar makin paham, berikut penjelasannya!
Macam Teknik Injeksi Beton
Beton memang jadi pondasi yang baik dalam dunia kontraksi. Bukan tanpa alasan, karena konstruksi yang menggunakan material ini memiliki kekuatan tekan yang tinggi, daya tahan terhadap lingkungan, serta durabilitas yang baik.
Material seperti beton juga menawarkan kemudahan dalam pengerjaan, sehingga semakin membuatnya menjadi primadona. Tapi, jika ingin melakukan injeksi beton, pastikan Anda tahu beberapa teknik agar pengerjaannya sesuai kebutuhan yang dipunya. Apa saja itu?
1. Injeksi Epoxy
Teknik dilakukan dengan menyuntikkan bahan khusus ke dalam retakan pada beton atau batu. Metode ini terbukti efektif untuk memperbaiki kerusakan sekaligus memperkuat struktur bangunan.
Selain itu, teknik ini juga membantu menjaga infrastruktur agar tetap aman digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Hasil akhir dari penerapan injeksi epoxy juga memiliki daya tahan kimia yang tinggi sehingga tetap aman digunakan pada area yang sering terkena bahan kimia. Karena tidak menyusut, material ini lebih stabil dan awet.
Bahkan, berkat viskositasnya yang rendah, retakan kecil pun bisa terisi dengan sempurna.
2. Injeksi PU
Injeksi PU (Polyurethane) adalah teknik khusus yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan polyurethane ke dalam retakan atau rongga beton. Begitu masuk, cairan ini akan mengembang dan menutup celah sehingga kebocoran bisa langsung teratasi.
Uniknya, injeksi PU ini memiliki tekstur yang langsung mengeras setelah beberapa menit disuntikkan ke bagian rongga dinding. Reaksi cepat ini lah yang bikin PU jadi pilihan pas untuk mengatasi kebocoran aktif yang butuh penanganan segera.
3. Injeksi Berbasis Semen
Bagi Anda yang sedang mencari solusi praktis untuk perbaikan struktur, injeksi berbasis semen bisa jadi jawabannya. Teknik ini menggunakan campuran semen dan bahan aditif, lalu diaplikasikan pada retakan besar maupun area yang luas.
Selain mudah digunakan, biayanya pun lebih ramah di kantong, sehingga cocok untuk proyek perbaikan dengan skala besar.
Prosedur Injeksi Beton

Prosedur injeksi beton sendiri umumnya dilakukan dengan 3 tahapan, yakni persiapan, penyuntikan, dan finishing. Untuk detail lebih lengkap, cek informasinya berikut ini.
1. Persiapan Injeksi Beton
Sebelum melakukan injeksi beton, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan area yang akan diperbaiki. Pastikan retakan atau permukaan beton benar-benar bersih dari kotoran, debu, lumut, atau material lain yang bisa mengganggu proses.
Setelah itu, pasang port injeksi pada retakan atau lubang untuk memudahkan proses penyuntikan bahan. Supaya hasilnya lebih maksimal, Anda bisa menggunakan Sikadur-31 CF Normal dari Sika sebagai seal sebelum injeksi.
Produk ini memiliki beberapa keunggulan seperti mudah diaplikasikan, memiliki daya rekat tinggi, tidak melorot meski diaplikasikan vertikal, serta tahan terhadap abrasi dan bahan kimia. Dengan begitu, proses injeksi pun jadi lebih rapi, kuat, dan tahan lama.
2. Penyuntikan Material
Jika area beton sudah bersih dan port injeksi terpasang, tahapan berikutnya adalah proses penyuntikan material atau injeksi beton itu sendiri.
Dalam tahapan ini, Anda bisa menggunakan mesin kompresor dengan tekanan rendah supaya material bisa mengalir masuk tanpa menambah kerusakan pada beton.
Tekanan ini nantinya akan menyalurkan adukan material dari tabung ke port injeksi yang tersedia. Setelahnya, material menyebar dan mengisi celah retakan hingga ke bagian terkecil untuk menutup rapat retakan dan membuat struktur bangunan jadi lebih kokoh.
3. Tahap Finishing
Tahap finishing adalah langkah terakhir dari proses injeksi beton yang tidak boleh dilewatkan. Finishing sendiri bertujuan untuk merapikan bekas pengerjaan agar hasilnya lebih estetik dan nyaman dipandang.
Proses ini bisa Anda mulai dengan mengikis sisa material yang menempel pada permukaan beton. Setelah itu, lubang port perlu ditutup agar tidak meninggalkan celah.
Terakhir, permukaan beton diratakan kembali sehingga tampilannya terlihat halus dan menyatu dengan struktur aslinya.
Gunakan Bahan Injeksi yang Berkualitas
Memiliki dinding yang retak atau berlubang memang jadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibereskan. Karena jika tidak, permasalahan tersebut justru bisa merembet ke area lainnya dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Itulah mengapa, Anda bisa melakukan injeksi beton sebagai solusi ampuh dalam memperbaiki beton yang bermasalah. Kabar baiknya, Anda bisa menggunakan produk dari Sika untuk memperbaiki berbagai retakan atau lubang pada dinding beton.
Sebagai brand global, Sika telah berpengalaman lebih dari 114 tahun dalam menangani berbagai proyek besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia melalui proyek MRT. Bukan hanya itu, Sika pun juga menjadi pelopor semen waterproofing di Indonesia.
Salah satu produk yang bisa dicoba adalah Sikadur 752, epoxy resin 2 komponen dengan viskositas rendah yang mampu meresap hingga ke celah kecil sekalipun. Produk ini memiliki kekuatan tekan yang tinggi, sehingga sangat handal untuk memperbaiki beton yang bermasalah.
Terlebih, bahan ini dapat digunakan baik pada kondisi kering maupun lembap, sehingga membuatnya jadi solusi praktis yang fleksibel.
Nah, sudah tahu bukan apa itu injeksi beton dan jenis-jenis teknik pelaksanaannya? Intinya, beton yang retak atau berlubang bukan masalah yang serius asal Anda tahu cara memperbaikinya.
Dan jangan lupa juga untuk andalkan produk yang tepat seperti Sikadur 752 & Sikadur 31 CF Normal dari Sika.
